Monday, July 13, 2015

MASA GALAU JANGAN GALAU

4:14 PM Posted by Unknown No comments
"MASA GALAU JANGAN GALAU" ya memang harus begitu, benar kan??? 





Bissmillahirrohmaanirrohiim,

Diantara kita pasti semuanya pernah mengalami kondisi dimana kita tersungkur dalam sebuah permasalahan atau biasa kita sebut “Masa Galau”.

Mengenai “Masa Galau”, penulis sekarang sedang dalam masa galau, yakni sedang galau bagaimana solusi untuk mengatasi penataan karir pendidikan tingkat perguruan tinggi setelah menyelesaikan studi di sekolah menengah atas.

Siapa yang tidak punya cita-cita atau impian bisa kuliah di perguruan tinggi negeri ternama seperti UI, ITB, UNPAD, UPI dan sebagainya ? 

Penulis yakin, pasti semuanya mempunyai cita-cita atau impian bisa mencicipi bangku kuliah di perguruan tinggi ternama, begitu pun penulis.

Bagaimana untuk mencapainya ?

Penulis beberapa kali mengikuti seminar-seminar, menbaca sana sini informasi atau artikel mengenai “how to get your dreams” dan intinya pun hamper semua sama, yakni :

1. Komitmen untuk berubah dari kebiasaan
2. Strategi
3. Manajemen waktu yang baik
4. Konsisten dan tidak boleh menurun
5. Berdo’a dan bertawakal (menyerahkan semuanya kepada Tuhan yang maha esa akan baik buruknya hasil yang akan diterima)

Permasalahannya, dimana sisi dan letak KEGALAUAN penulis ?

Penulis galau, karena belum bisa meraih cita-citanya untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri walaupun sudah mengikuti SNMPTN dan SBMPTN.

tetapi berkat kejadian tersebut, penulis banyak sekali mendapatkan pelajaran-pelajaran hidup yang dapat dijadikan bahan untuk masa depan yang datang.

Lantas, apa sajakah hikmah yang didapat dari kejadian ini ?

1. Niat dalam merubah pola belajar jangan setengah-setengah, jangan 100% juga tapi kalau bisa 1000%
2. Jangan membuang waktu untuk bermaksiat seperti banyak bermain game, gadget, dan aktivitas lainnya yang 
tidak ada gunanya. Lakukanlah hal-hal yang baik seperti mencari-cari informasi perkuliahan, pelajaran, atau membantu pekerjaan orang tua di rumah, terutama membantu ibu.
3. Jangan menunda-nunda pekerjaan, karena jika ditunda, maka pekerjaan akan bertambah bebannya, seiiring ditambahnya pekerjaan setiap harinya.
4. Jangan berdo’a asal-asalan, terlalu cepat, dan lakukanlah banyak amalan-amalan baik.
5. Dan banyak lagi yang lainnya.

Karena kejadian ini sudah terjadi kepada penulis, penulis berharap yang membaca pengalaman ini dapat terhindar dari kejadian yang dialami penulis, oleh karena itu lakukanlah hal-hal yang baik dan dapat mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, sehingga dapat meraih cita-cita atau impian yang kalian harapkan.
Bahan ini juga sebagai catatan untuk penulis dalam menjalankan aktifitas di dunia ini, 

Terimakasih

"jangan galau, malu sama kucing, meong meong"


Thursday, July 9, 2015

Kena Tilang itu bukan AMSYONG #2

7:36 PM Posted by Unknown No comments
Saya lanjutkan kisah KENA TILANG at The First Time, ngakak sih... pasalnya orang lain tuh seyognyanya kalau The First Time maksudnya berkonotasi cinta gitu, nah saya ,at the first time nya malah DITILANG POLISI, haha..*)

oh iya waktu saya ditilang awalnya dikasih surat tilang warna merah, tapi karena saya minta slip warna biru jadi aja bapak polisinya ngasih yang warna biru dengan mencontreng DENDA MAKSIMAL.

btw, mengenai slip biru saya kemarin sudah mengutip dari tulisan ibu polwan intan yang menyebutkan bahwa
arti dari slip biru adalah :

"SLIP BIRU artinya :Kita mengakui kesalahan dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomor rekening resmi Bank BUMN BRI. Setelah itu kita tukarkan bukti transfer dengan SIM/STNK kita di Ktr Polsek terdekat dimana kita ditilang.Denda resmi KUHP mobil tidak lebih dari 50rb dan dananya resmi masuk Kas Negara" menurut ibu intan (fb : Intan Intan)  


nah, jelas kan :) ?
pernyataan tersebut saya jadikan alasan kenapa saya pilih slip biru, eitt daah .. (y) (*biar keliatan masyarakat indonesia yang berintegritas tinggi, hihihiii

Q: Terus, gimana langkah / prosedur pengambilan barang bukti(sim) ?

Answer :
#1 : kita harus transfer lewat teller bank biar lebih aman dan jelas, nominal transfernya sebesar denda maksimal yang ada di slip tilang anda.
#2 : simpan bukti transfer yang dari bank, kemudian anda langsung mengambil barang bukti (SIM) ke Polsek dimana anda ditilang dengan memberikan bukti transfer tadi.
#3 Tahap ini OPSIONAL, yakni :
     pilihan 1 :
Jika anda ingin mengetahui denda anda sebenarnya berapa, maka anda harus mengikuti sidang di Pengadilan Tinggi dan keuntungannya anda dapat mengambil sim langsung di Polsek jika sudah mentransfer dan bisa mengambil sisa kembalian dari denda maksimal yang anda bayarkan.
pilihan 2 :
Jika anda sudah merelakan uang yang dibayarkan untuk membayar tilang, anda tak usah mengikuti sidang dan keuntungannya itu gak ada, alias anda gaakan tau berapa denda sebenarnya  dan ga akan dapet kembalian (*padahal lumayan gede =D

>>>begitu prosedurnya pemirsaah ...

jadi bisa saya ambil kesimpulan, ternyata Slip biru itu pasti yang dicontrengnya adalah Denda Maksimalnya, dan ternyata Slip biru juga bisa ngikut sidang,

#CATATAN : 
sidang di Pengadilan Tinggi banyak banget calo, GAK USAH PAKE CALO-CALOAN, soalnya prosesnya cepat dan gampang, 
di calo anda bisa ditawarin kalo ditilang SIM = 100rb , kalo ditilang STNK = 125 ,
padahal kalo kita sidang sendiri kita bisa dapet 35Rb meen =D

Q: Kalau mau ngambil kembalian gimana?
anda nanti sama bendahara sidang dikasih kwitansi, lalu kwitansi tersebut jangan hilang untuk bukti ke banknya, nah nanti anda buat surat pernyataan untuk pengambilan kembalian sisa denda, lalu tinggal kasih aja surat pernyataan tsb ke bank, tunggu deh ,,,










Friday, July 3, 2015

Kena Tilang itu bukan AMSYONG

2:43 AM Posted by Unknown No comments

Kalau kita bicara tilang menilang, pasti kita tau sebabnya apa. Nah kali ini saya akan menceritakan kejadian yang sebenarnya tidak ingin saya ulangi, yaitu:  kena tilang Polisi.
Waktu itu saya mengendarai motor untuk mengikuti acara foto wisuda kelas ke daerah Bandung Kota,tepatnya Gasibu.

Ga ada firasat sedikitpun akan gimana nantinya saya di tilang, karena setiap berpergian kemanpun saya selalu mengecek kendaraan yang mau saya pakai, mulai dari bensin, ban, spion, lampu utama dan sent beserta surat suratnya sehingga udh bisa dibilang OK.

Pada saat pergi, ada banyak operasi/rajia kendaraan dan saya melenggok dengan nyantainya dan sedikit menertawakan orang yang kena tilang, hihii...*maklum saya ga kena tilang

Disitu saya liat banyak sekali keanehan keanehan dan kekonyolan-kekonyolan sikap orang yang ditilang sama orang yang menilangnya, haha...

Ada yang dibawa ke warung pinggir jalan, ada yang dibawa ke belakang pohon, ada juga dibawa ke pos, *disitu saya gatau mereka lagi ngapain, haha..

Setelah area rajia sudah saya lewati kemudian sampailah saya di tujuan.
Beberapa jam saya ditempat lokasi, hingga akhirnya pukul 19:00 wib, saya dan teman beranjak pulang.
eh tadinya kan saya mau pulang, taunya saya diajak teman untuk nobar Indonesia dulu nyambil nongkrong di warung kopi, yaudah saya ngikut aja =D haha...
eitttt singkat cerita pas bener di belokan pas jalan mau ke venue nobar sama ngopi, saya kena CEGAT bapak Polisi, hihii...

"MINGGIR!!! LAMPUNA HURUNGKEUN!!!..."  bapak Polisi nada sedikit tinggi,

saya pun berhenti dan minggir, lalu nanya
"Kenapa pak? ada apa ?" *soalnya ngerasa ga ada kesalahan yg dibuat,Lampu nyala ko

"LAMPU PAREUM TAH" bapak Polisi memberi tahu

"hah??? ini lampunya nyala pak, kenapa saya diberhentikan ?" *karena memang betul lampu motor 
saya nyala

kemudian bapak tersebut menyuruh saya untuk masuk ke Pos.
saya pun masuk ke pos, dan langsung diarahkan ke bapak yang bagian catat mencatat surat tilang,

AS YOU KNOW

disitu saya masih ingat ditanya apa saja,
#1 : "SIM dan Surat-suratnya ?"
#2 : "Sudah dari mana ?"
#3 : "Kesalahannya apa ?"
#4 : "Orang mana ?"

#5 : "Ini motor siapa?"

#6 : "Orang tua kerja apa?"
#7 <- pas ke tujuh lalu bapak tersebut menulisnya di surat tilang warna merahnya, sambil ngomongin denda denda "!@#*&&^%5r545*&&%$$#3w@!##@%^%$%^(*&*^^&^blablablblablablabla.... denda semuanya jadi Rp 250.000,karena ade melanggar pasal 291 tidak menyalakan lampu di malam hari" kata bapanya.

disitu saya merasa sedih mendengarnya, karena saya tidak punya uang sebesar itu :'( *isi dompet 
cuman bon bekas belanja sama katu karcis bekas parkir #IRONIS
lalu saya berkata ke bapak dengan sedihnya "oh iya pak, saya terima denda dan saya mengakui kesalahan yang dibuat saya dan tidak akan mengulanginya lagi pak "

lalu bapaknya bilang "iya de, bahaya kalau tidak menyalakan lampu utama dimalam hari" 

"PADAHAL LAMPU KENDARAAN SAYA KAN NYALA" *saya ngomel di dalam hati
kemudian bapak tersebut  BERPROMOSIRIA layaknya SPG atau orang orang MLM yang lagi nge prospek calon downlinenya, haha...

"SEBENARNYA KITA DISINI BISA BANTU ADE SUPAYA TIDAK BAYAR DENDA SEGITU, KALO MAU DISINI AJA DISELESAIKANNYA"  (*halus banget kaan

Maskipun saya orang awam hukum, tapi saya rasa ga ada penyelesaian hukum yang seperti itu, lalu saya pun naya ke bapaknya,

"Kalau saya mau menyelsaikan masalah ini opsi lain bisa kemana dan bagaimana ya pak?"

lalu bapak itu baik sekali dengan memberi tahu opsi lain untuk menyelesaikan pelanggaran lalu lintas ini beserta prosedurnya, begini :

" ada tiga opsi untuk menyelesaikan tilang, diantaranya :

  #1         
  ade bisa bayar langsung ke Kantor POLSEK dimana ade ditilang oleh polisi bersangkutan                    dengan membayar denda maksimal lalu barang bukti(SIM) bisa langsung diambil.

    #2          
   ade bisa mengikuti sidang di Pengadilan Tingi Negeri Bandung sesuai tanggal                               sidang  yang kami berikan kepada ade, barang bukti (SIM) diambil di persidangan.

#3   
   ade bisa langsung transfer ke bank BRI cabang Asia Afrika dengan nominal transfer                            sebesar Denda maksimal yang ada di surat tilang. kemudian alat bukti (SIM) bisa diambil di POLSEK bersangkutan dengan memberikan bukti transfer dari bank.
"

saya pun menjadi tahu dan memilih opsi kedua untuk mengikuti sidang di Pengadilan Tinggi Negeri Bandung, tapi yang ga disangka sangka saya bapak tersebut menekankan kembali untuk segera menyelesaikannya di tempat, dengan bilang sperti berikut :

"SEBENARNYA KITA DISINI BISA BANTU ADE SUPAYA TIDAK BAYAR DENDA SEGITU, KALO MAU DISINI AJA DISELESAIKANNYA" 

saya pun langsung  TOLAK mentah-mentah dan bilang 

"Oh ga usah pak, ini kan kesalahan saya, saya siap sedia untuk menyelesaikannya sesuai alur hukum yang berlaku dan siap mengikuti sidang saja pa"

bapa tersebut pun kemudian mengulang penawarannya hingga berkali kali *kesannya maksa
"SEBENARNYA KITA DISINI BISA BANTU ADE SUPAYA TIDAK BAYAR DENDA SEGITU, KALO MAU DISINI AJA DISELESAIKANNYA" 

dan lebih anehnya lagi bapak tersebut memprospek saya lagi, dengan cara membeberkan denda dan bagaimana penyelesaiannya, *kesannya nakut-nakutin

"Ade kalau ikut sidang, ade harus membayar ke bank dengan nominal sebesar denda maksimal yang tertera di surat tilang ade (saya dikasih warna merah), kemudian ade harus membayar administrasi sekian, bayar sidang sekian," 
(* saya lupa total yg harus dikeluarkan saya berapa, pokoknya jadi lebih dari 300rb

saya pun meng iyakan pernyataan bapak tersebut, 
kemudian bapak tersebut meyakinkan kembali saya untuk memilih penyelesaian dengan cara beliau, tapi saya tetap menyatakan untuk ikut sidang :)

selesailah, 
kemudian si bapak tersebut memberi surat tilangnya yang berwarna merah, tapi,
eiiiitt belum selesai deh.. berbekal informasi yang saya baca di fb tentang surat tilang, seharusnya itu kan warna biru, dengan alasan kalo merah itu :

"SLIP MERAH artinya :kita menyangkal telah melanggar peraturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan."menurut ibu intan (fb : Intan Intan)   nah kan posisi saya tidak menyangkal dan mengakui kesalahan yang telah dibuat, lalu lah saya meminta ke bapaknya untuk diberikan surat tilangnya yang warna biru dengan alasan kalau

"SLIP BIRU artinya :Kita mengakui kesalahan dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomor rekening resmi Bank BUMN BRI. Setelah itu kita tukarkan bukti transfer dengan SIM/STNK kita di Ktr Polsek terdekat dimana kita ditilang.Denda resmi KUHP mobil tidak lebih dari 50rb dan dananya resmi masuk Kas Negara" menurut ibu intan (fb : Intan Intan)  

"terlahirlah disitu saya mendapatkan surat tilang yang berwarna biru "
lalu sekarang bagaimana menyelsaikan masalah ini ?